Baihaqi Achmad

Panggil saya Haqi. Saya tertarik sekali dengan apapun yang berhubungan dengan seni dan film. Memiliki jutaan mimpi yang diusahakan sekali untuk dicapai. Memiliki tumpukan masalah yang sebisa mungkin diselesaikan. Memiliki beberapa potensi yang diusahakan untuk dikembangkan. Sangat ingin berkeliling Indonesia, menjadi penulis, menjadi wartawan dan membangun bisnis toko buku dan kafe



arsip

Juli 2007
Agustus 2007
September 2007
Oktober 2007
November 2007
Desember 2007
Januari 2008
Februari 2008
Maret 2008
April 2008
Mei 2008
Juni 2008
Juli 2008
Agustus 2008
September 2008
Oktober 2008



para tetangga

Teman Sekolah
Akbar Badriansyah|| Amalia Hapsari|| Amalia Sekarjati|| Febian Nurrahman|| Hendry Ma'ruf|| Keishkara Hanandhita|| Mayang Arum Anjar Rizky|| Novia Rozet|| Sari Rachmani|| Surioktya Zuarni Meisyka|| Valeska Liviani|| Yusrina Sabila

Penulis
Adhitya Mulya|| Alanda Kariza|| Dewi Lestari|| Fira Basuki|| Jenny Jusuf|| Ninit Yunita|| Nova Riyanti Yusuf|| Okke|| Prima Rusdi|| Raditya Dika|| Sitta Karina

Selebritis
Anizabella|| Christian Sugiono|| Dian Sastrowardoyo|| Eva Celia Lesmana|| Wulan Guritno

Teman Blogger
Agas|| Alia|| Alvin|| Arimbi|| Aulia|| Avo|| Chenel|| Citra|| Dara|| Deedee|| Dwikjohn|| Echa|| Jane|| Julham|| Kanira|| Kanya|| Kiky|| Lalla|| Lalita|| Meiggy|| Mini|| Mudjiran|| Nadine|| Nanien|| Refika|| Sheyka|| Siska|| Suci|| Synna|| Tarra|| Vito

Yang Lainnya
Kineforum|| Macabre|| Ragazzonline||

credits

skin by: Jane
Web Page Counter

Selasa, 14 Oktober 2008 @ 10.52
keep on moving

keep on moving, begitu kata Mayang
bukan move on tapi keep on moving. dan saya rasa Mayang tepat banget, kena banget dan menohok pas di sasaran.

bukankah hidup terlalu indah jika hanya dipakai untuk meratapi nasib, mengais-ngais cinta dan memikirkan seseorang yg belum tentu mikirin kita? bukankah itu menyakitkan? bukankah seharusnya saya bisa melangkah, melupakan yang sudah-sudah dan menyudahi episode tentang dia di hidup saya?

kata Mbak Tika, kakak saya tersayang, saya harusnya bisa lepas dari dia, melupakan sakit yang menggunung dan melihat dari sisi lain, melihat dari sisi dimana dia udah ga butuh saya lagi, udah gak perlu saya lagi bahkan mungkin udah benci dan muak dengan keberadaan saya. segala macam sinyal, kalimat manis, pergi dan datangnya dia dengan seenak jidat serta kondisi saya yang seolah tidak diharapkan sudah menjelaskan semuanya, menjelaskan satu hal bahwa saya dan dia memang tidak bisa bersama dan ya udah saya harus terima itu.

saya harus menerima
saya harus tahan tidak menghubungi dia. saya harus coba pelan-pelan pergi dari hidup dia seperti yang sudah dia lakukan. persahabatan yang dia tawarkan sudah jelas cuma basa-basi dan saya cukup tau diri untuk tidak lagi berharap terlalu banyak. saya capek. sudah cukup dan terima kasih untuk semuanya

terima kasih untuk dua tahun ini yang berwarna-warni. terima kasih untuk dua tahun yang bisa membuat saya senang sekaligus sedih dalam waktu yang bersamaan. terima kasih untuk rasa nyaman yang hingga kini masih ada. terima kasih untuk pernah ada untuk saya dan mendengarkan segala celoteh saya yang menurut kamu berlebihan. terima kasih untuk dua malam, dua momen, dua waktu panjang dan dua kali pertemuan paling berkesan yang pernah ada. terima kasih untuk waktu nonton The Guardian dan Doa Yang Mengancam. terima kasih karena mau gak mau harus menerima kehadiran saya. terima kasih untuk semuanya.

saya pergi.
saya harus pergi dari kamu karena pasti itu yang terbaik. saya ingin kembali maju dan kamu tidak bisa maju bersama saya. kamu ada di sana, saya ada di sini. kehidupan kita berbeda dan rasanya kamu pun sudah muak akan kehadiran saya. saya pergi pelan-pelan. saya mencoba. bantu saya ya dengan tidak sering-sering hadir di fikiran saya. nama kamu masih ada di bagian hati saya, tidak bisa dihapus, akan tetap ada di sana sampai kapanpun, tapi untuk kali ini saya harus coba pergi, melihat kamu bahagia serta mengusahakan kebahagiaan untuk saya.

karena hidup tidak bisa menunggu saya untuk terus menerus meratap
karena hidup tidak bisa memberi saya waktu untuk terus sakit hati. karena masih banyak hal yang harus saya lakukan. dan karena saya masih harus hidup, tanpa kamu



Label: ,


|
Minggu, 12 Oktober 2008 @ 04.59
Tidak tertidur

Sekarang sudah jam lima
Saya tidak tidur. Dari jam dua belas malam saya online, duduk di depan komputer, rencananya mau menulis tapi akhirnya malah berjelajah ke facebook dan cerpen yang seharusnya saya selesaikan malah cuma saya tulis satu halaman saja.

Entah. Belakangan ini tidur saya menjadi tidak beres.
Jumat lalu saya juga tidak tidur. Setelah begadang di Citos sampai jam setengah tiga pagi saya melanjutkan melek di rumah sampai pagi dan kemudian berangkat ke kantor -yang menyebabkan di hari Jumat mood saya berantakan karena ngantuk. Sekarang saya juga tidak tidur. Lebih tepatnya saya sedang tidak ingin tidur.

Entah kenapa saya sedang senang melek.
Menikmati suasana malam yang hening. Sendirian. Melihat gelapnya langit, mencari sesuatu di kegelapannya dan merasakan kedamaian. Mungkin memang udah saatnya saya merubah kebiasaan tidur saya. Mungkin saya memang perlu begadang, perlu mencari ritme kehidupan yang baru, merubah rutinitas yang lama dengan beberapa hal baru yang membuat hidup tidak lagi monoton.

Begadang di Citos mungkin bisa jadi satu alternatif yang menyenangkan.
Walaupun awalnya sedikit menyeramkan karena suasana parkiran Citos yang begitu lengang ditambah dengan pepohonan tinggi menjulang yang membuat suasana semakin seram, tapi ternyata duduk di parkiran Citos tuh asik. Menikmati desiran angin, mendengarkan suara mesin -mesin apa ya itu? saya gak meratiin, menatap Citos yang sepi, menatap langit yang Jumat lalu tidak banyak bintang dan menikmati waktu bersama dia.

Ya Jumat lalu saya menikmatinya bersama dia. Seseorang yang mengenalkan saya ke tempat nongkrong baru yang ternyata asik itu. Mungkin nanti saya harus coba ke sana sendirian, duduk bengong di parkiran Citos, di bawah pohon dan mencari ide. Tapi beranikah saya ke sana sendirian? Rasanya tidak. Mungkin harus bersama dia lagi haha.

Saya mau beli handphone baru! Duuuh handphone saya benar-benar rusak deh, bikin mood rusak, bikin hari-hari jadi gak beres dan bikin komunikasi saya terhambat! Tapi kapan belinya? Beli Esia aja kali ya yang murah? Gaji saya kan juga gak gede, harus dibagi ini itu, gak sanggup deh kalo harus beli ponsel yang mahal -walaupun sebenarnya pengen banget.

Saya mau LIBURAN! Serius deh libur lebaran seminggu benar-benar gak cukup buat saya.Desember nanti mau ke Bandung ah, trus dilanjutkan dengan mampir ke Jatinangor -nyamperin si Irvan sekalian mau main-main ke tempatnya Kebo. Saya mau keluar sejenak dari Jakarta. Kenapa harus Desember? Karena bulan depan kemungkinan sibuk dan rencananya saya mau ke Bandung setelah Jiffest 2008 selesai hehe.

Eh ya ngomong-ngomong soal Jiffest saya udah ngirim e-mail untuk jadi volunteer loooh! Mudah-mudahan aja CV saya cukup menarik dan bisa ikutan interview trus dipilih jadi salah satu volunteer. Tahun ini rencananya (kalo gak terpilih jadi volunteer) mau rutin dateng ke Jiffest, mengingat tahun kemarin saya gak datang sama sekali! Tahun ini mau balas dendam dan harus dateng! Kalo bisa tiap hari nonton di Jiffest

Udah pagi. Sarapan apa ya? Nasi uduk? Bubur ayam? Roti gandum lagi? Apa dooong? Langit udah berubah warna, udah gak terlalu gelap dan matahari udah mau muncul. Enak deh masih dingin, belum terlalu rame dan yang pasti asap kendaraan belum terlalu banyak. Suasana pagi memang enaaaaaaak banget. Alhamdulillah masih diberi kesempatan menikmati pagi :)

Besok lagi yaa ceritanya :)
Eh ya terima kasih buat kalian yang udah rajin datang ke blog ini. Serius deh saya gak nyangka jumlah pengunjung blog ini sudah segitu banyak. Terima kasih atas semua dukungannya, terima kasih yaa. Senang sekali karena ada yang memperhatikan tulisan-tulisan saya. Thanks guys!


Label:


|
@ 00.02
bersahabat aja

oke gak papa kok :)
setelah seharian mood hancur berantakan. gak bisa terlihat baik-baik aja dan muka katanya kayak orang gila, akhirnya penyelesaian itu datang.

Mantan pacar yang sekarang udah jadi sahabat dan cocok satu sama lain tentang hal2 menarik bagi kita berdua..


Begitu kata si Kebo waktu saya tanya, sebenarnya dia menganggap saya apa dan siapa? Saya bukan butuh status. Saya cuma butuh kejelasan. Dan sekarang saya menemukan itu, sahabat? bukankah itu tidak buruk? Justru dengan bersahabat saya dan dia (semoga) bisa lebih banyak berbagi, saling bercerita dan mendukung satu sama lain. Amien

Seharian ini saya emang kayak orang gila
Datang ke birthday party Kinjie dengan muka menyedihkan, bahkan saya gak bisa menyembunyikannya! Saya yang bisa bertopeng, jago akting untuk menyembunyikan masalah hari ini gagal total untuk tampil (sok) ceria seolah semuanya baik-baik saja. Saya juga manusia kan? Ada kalanya topeng itu tidak lagi eksis dan wajah saya yang sebenarnya tampil di muka publik.

Setelah kayak orang stress. Gak nafsu makan dan gak nafsu ngapa-ngapain
Setelah curhat ke Adis dan Kinjie, setelah curhat colongan ke siapa saja, akhirnya ada jawaban dari dia. Dan saya cukup puas dengan jawaban itu

Semoga saja itu bukan kalimat basa-basi
Semoga Kebo benar-benar serius dan jujur dengan jawaban itu. Saya udah gak butuh kalimat-kalimat manis lagi, saya gak butuh kebohongan yang pada akhirnya bisa bikin saya sakit. Saya gak butuh itu. Saya cuma butuh kejujuran, tapi untuk kali ini saya bersyukur karena setidaknya jawaban dari dia tidaklah terdengar menyedihkan.

Semoga semuanya akan menjadi lebih baik. Amien :)


Label: ,


|
Jumat, 10 Oktober 2008 @ 10.25
handphone saya rusak

rasanya pengen teriak
rasanya pengen ngamuk begitu tau handphone saya rusak. keypadnya udah ngaco banget. atas-bawah-kanan-kiri gak bisa semua dan kalo dipencet malah muncul angka 5. hadooooh.

rasanya pengen marah-marah
rasanya pengen membanting handphonenya dan bilang ke dia ngapain sih pake rusak segala? keadaan keuangan kan gak memungkinkan untuk ganti baru! emangnya gaji gue berapa nyett? rese' deh pake rusak segala!

rasanya pengen protes
rasanya pengen ngomel-ngomel, gak tau apa masalah sekarang lagi numpuk? kenapa mesti rusak sekarang sih? bikin kesal aja! anjriiiiit

Label:


|
Selasa, 07 Oktober 2008 @ 09.47
Sahabat

saya beruntung diberi sifat yang gampang berbaur dengan orang lain. mudah beradaptasi dan mudah dekat dengan orang lain dalam waktu yang relatif singkat. saya bersyukur diberi kemudahan itu, saya bersyukur karena saya bisa memiliki banyak teman dan mudah bergaul dengan siapa saja, dari kalangan apa aja tanpa memandang siapa dia dan latar belakangnya.

meski begitu, saya bukanlah orang yang gampang terbuka dengan orang lain. saya senang bercerita tapi sisi-sisi kelam saya dan bagian-bagian hidup saya yang terkadang membuat stress karena menumpuknya masalah sebisa mungkin saya tutup rapat untuk konsumsi saya sendiri. tapi saya tau, berbagi itu lebih enak, membagi cerita itu dapat membuat diri saya lebih plong. dan inilah tiga orang yang senantiasa mendengarkan cerita saya, para sahabat saya

Irvan Hamandra
Saya kenal Irvan sejak kecil. Dari jaman SD. Kebetulan saat saya naik kelas 2 saya pindah rumah ke rumah saya yang sekarang dan dari situlah saya kenal Irvan. Kita dekat dari kecil, sebenarnya di lingkungan rumah ada 4 orang lain yang juga dekat dengan saya tapi cuma dengan Irvan saya bisa membagi masalah saya dan membuka topeng 'anak baik-baik' yang saya punya.

Irvan kuliah di Matematika Unpad. Ya, dia sangat jago matematika, berlawanan dengan saya yang gak pernah beres di pelajaran itu. Sebenarnya kita punya banyak perbedaan. Kalo diskusi soal film aja kita suka berantem karena beda selera. Irvan itu suka berorganisasi, saya tidak. Irvan itu sangat memperhatikan penampilan, saya tidak. Irvan itu percaya dirinya tinggi, saya tidak. Masih banyak lah berbagai perbedaan yang ada cuma itu gak menghalangi saya untuk menjadi sahabat dia karena saya tau kita nyambung.

Bertukar fikiran. Saling memberi pendapat. Memberi masukan membangun. Memberi kritik yang terdengar pedas tapi kena. Ngobrolin banyak hal. Bercerita segala topik. Dan saling belajar serta mengisi. Walau kadang ada beberapa hal dari dia yang bikin saya kesal saya berusaha meredamnya karena saya tau pasti ada beberapa sikap saya yang membuat dia kesal. Memberi dan menerima, bukankah itu gunanya sahabat?

Nadissa Fadhila
Mulai dekat dengan Adis waktu sekelas di kelas xii. She's smart. Pemikiran Adis itu selalu saya suka. Komentar, celoteh dan pendapatnya membuat saya betah berlama-lama ngobrol dengan Adis. Ketika saya merasa sangat nyaman berbicara dengannya saya tau dia memang datang untuk menjadi sahabat saya.

Sayangnya kita tidak terlalu sering bertemu. Waktu SMA saya sering bolos dan Adis banyak tidak masuk karena sakit. Bertemu Adis menjadi sebuah momen berharga karena dulu itu jarang terjadi. Saya selalu rindu ngobrol, tertawa terbahak dan saling mendengarkan cerita bersama Adis. Saya selalu merindukan itu dan selalu ingin melakukannya, lagi dan lagi.

Sekarang Adis kuliah di Sastra Jepang UI. Semalam dia baru saja menelfon saya setelah entah berapa lama kita tidak berkomunikasi. Adis itu cantik, dewasa dan selalu bisa mensupport saya dengan caranya sendiri. Cerita hidup Adis melengkapi cerita hidup saya karena kita selalu berbagi cerita. Saya ingat waktu SMA kemarin kita duduk di kursi bagian belakang, di pojok, saat pelajaran Sejarah dan kita ngobrolin banyak hal, ngacangin Bu Sinaga yang berkoar-koar di depan kelas. Saya juga ingat waktu prom kemarin saya melepaskan kebohongan yang saya simpan dan memberi tau dia apa yang sebenarnya saya simpan rapat, dan dia bisa mengerti serta memberi waktu bagi saya untuk menceritakannya.

Saya selalu memanjatkan doa agar Adis bisa segera sehat. Saya gak mau sahabat saya itu menghabiskan waktu terlalu banyak untuk berteman dengan dokter, rumah sakit dan obat-obatan. Saya ingin Adis sehat dan kita meraih mimpi-mimpi kita bersama. Harus.

Nissava Kinjie
Sebenarnya kita satu SMP tapi baru dekat waktu SMA. Kinjie itu manja, impulsif, cengeng tapi di sisi lain dia juga kuat, gigih dan sangat perhatian. Waktu SMA saya gak bisa dipisahkan sama Kinjie, kemana-mana kita selalu bareng dan menghabiskan waktu dengan Kinjie memang sangat menyenangkan.

Bersama Kinjie masalah saya bisa saya lupakan karena kita selalu punya cara untuk bersenang-senang. Entah cuma dengan nonton film, nyewa film di Video Ezy, ngobrol di taman quin, makan bareng atau bahkan saya dateng ke rumahnya cuma untuk cerita -dan numpang makan haha.

Sekarang Kinjie kuliah di Akuntansi UI. Kita memang udah jarang ketemu karena masing-masing dari kita sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing, tapi meski begitu komunikasi tetap terjalin, entah sms, telfon, atau menyempatkan diri untuk bertemu. Saya butuh Kinjie untuk tempat belajar. Kinjie itu supporter saya, kalau saya udah drop pasti dia langsung menyemangati saya, begitupun sebaliknya saya juga selalu mensupport apapun yang dia lakukan -walau kadang saya tidak sependapat.

Sifat Kinjie yang keras sebisa mungkin saya imbangi. Sebenarnya saya juga tipikal orang yang keras tapi dengan Kinjie saya berusaha meredamnya karena saya tau dalam persahabatan perlu kompromi dan rasa saling memahami.


Label: ,


|
Senin, 06 Oktober 2008 @ 10.26
back to work

liburan telah usai
liburan cuma seminggu yang gak berasa itu. gila pas liburan aja fikiran saya udah melayang-layang ke skenario yang sampai sekarang belum beres-beres juga (bahkan untuk draft awal aja belum juga selesai). oktober sudah datang dan november di depan mata, itu berarti waktu saya menyelesaikan draft awal skenario ini udah gak banyak lagi

saya masih butuh liburan
libur lebaran seminggu KURANG banget buat saya, belum lagi saya gak kemana-mana, di rumah doang, nonton DVD, baca buku, cari ide dan inspirasi menulis, udah gitu-gitu aja. gak ada mudik, gak ada mengunjungi saudara di luar kota -begini nih nasib orang betawi-, gak ada jalan-jalan. basi banget deh pokoknya, apalagi acara keluarga besar saya juga gitu-gitu aja dari tahun ke tahun.

hei kamu yang di Palembang! cepat pulang dan ajak saya jalan-jalan. cepatlaaaaah saya butuh hiburan. ajak saya bersenang-senang dooong. clubbing yuk? huahahaha -sok gaya. bete tau sama Jakarta. eh tapi saya sempat mengalami masa-masa sepinya Jakarta yang sumpah enak banget. Kemang sepi? jarang-jarang banget kan! gila yaa hari jumat lalu saya ke Kemang dan itu asli kayak kota mati gitu.

udah ah segini aja nulisnya
mau kerja dulu yaaaaaa. mau nulis. ngurusin kontrak kerja. yaaaa jadi kuli lagi niiih hehe


Label: ,


|
Minggu, 05 Oktober 2008 @ 11.28
Dibanggakan

apa yang kamu rasakan jika seseorang memuji kamu atau membanggakan dirimu di depan orang lain? bangga? senang? terharu? atau justru malah bete?

saat ini saya sampai di taraf hal itu sudah tidak lagi membahagiakan atau memberi sensasi menyenangkan yang dulu selalu ada, saat ini saya justru merasa datar atau boleh dibilang biasa-biasa aja apabila itu terjadi

bukannya tidak senang. bukannya saya begitu sombong hingga merasa wajar diri saya dipuji atau dibanggakan, bukan seperti itu maksud saya. justru saya sudah sampai di titik dimana saya jengah diperlakukan terlalu berlebihan seperti itu, dipuji, dibanggakan, dianggap pintar, dan segala macamnya.

saya tidak pintar
kalau saya kebetulan selalu masuk ke sekolah-sekolah unggulan itu mungkin hanya sebuah kebetulan semata, wujud egoisme saya untuk menunjukkan kalau saya mampu mendapat pendidikan layak di tempat yang baik. sekolah di sekolah unggul itu bisa mencetak saya menjadi pribadi yang unggul, dan itulah yang saya cari, bukannya cap pintar, nerdy atau kutu buku yang kadang dengan seenak jidat ditempelkan ke saya

waktu SMP : sekolah di 49? pinter doooong
waktu SMA : 28 pasar minggu? unggulan kan? dulu pas masuk sana NEMnya pasti tinggi
sekarang : kerja di film? keren bangeeet! kok bisa siiih?

saya jengah mendapat komentar itu
biasanya apabila komentar macam itu mulai terdengar saya cuma bisa tersenyum tipis, berusaha memasang muka ramah ala anak baik-baik. sekali lagi saya bukan tidak suka dipuji, saya cuma merasa kurang pantas untuk dipuji sedemikian rupa kayak gitu, itu berlebihan buat saya.

dan yang lebih membuat jengah apabila orangtua saya mulai ikut-ikutan memamerkan saya, menyebut dimana saya dulu sekolah, menyebut pekerjaan saya sekarang, menyebut gimana gampangnya saya diterima kerja tanpa perlu proses berbelit, dan segala macamnya itu ke orang-orang yang menurut saya gak perlu mengetahui saya sampai sedemikian detail seperti itu

lebaran kemarin lagi-lagi saya seperti barang dagangan yang dipamerkan
saya benci keadaan itu. saya benci melihat ayah saya berbicara -membicarakan saya- layaknya saya barang yang dipromosikan dengan cara menyebut kualifikasi apa yang saya punya. saya tidak suka itu semua. that's sucks!

buat apa sih? okey kalo dilihat dari sisi lain saya patut bersyukur karena itu bukti ayah saya bangga pada saya hingga dia mewujudkan rasa bangganya itu dengan membaginya ke orang lain. tapi kalo dari kacamata saya sebagai 'objek' menjadi sesuatu yang diomongkan dan diobral kayak barang dagangan itu gak enak loh, bikin pusing dan bikin stress karena secara gak langsung saya seperti menanggung beban moral untuk selalu tampil bagus supaya tahun depan dalam kesempatan lain saya tetap bisa tampil prima untuk kembali dibanggakan

apa saya terlalu berlebihan ya?
salah satu teman saya sih bilang saya begitu, dia bilang seharusnya saya bersyukur karena mendapat pujian atau menjadi seseorang yang dibanggakan. tapi buat apa saya mendapatkan itu kalau saya merasa tidak nyaman? bukankah pujian seharusnya mendatangkan kebahagiaan? rasa senang karena itu berarti orang-orang memperhatikan saya? tapi kini itu tidak lagi saya rasakan, sekali lagi yang saya rasakan cuma suasana datar yang membuat jengah

sudahlah cukup
pandang saya sebagai Baihaqi Achmad. cuma Baihaqi Achmad tanpa embel-embel lulusan sekolah unggulan. cuma Baihaqi Achmad tanpa embel-embel status pekerjaan saya. saya cuma mau dipandang sebagai Baihaqi Achmad, tidak kurang dan tidak lebih

Label:


|
Minggu, 28 September 2008 @ 19.07
problems

  • bokap tiba-tiba bahas masalah keluarga yang udah basi banget buat dibicarain
  • skenario apa kabar? gilaaaaa pusing dikejar deadline!
  • cerpen untuk kumcer belum juga direvisi. bikin baru? emangnya gampang!
  • ingin liburan tapi jatah liburan cuma seminggu
  • ingin senang-senang tapi keuangan tidak mendukung
  • ingin istirahat tapi pekerjaan tidak memberi waktu
  • RagazzOnline bulan Oktober masih belum beres
  • jatah angpaw buat sepupu-sepupu belum disiapin. aduuh
  • mau kumpul sama 3 sahabat saya tapi semuanya sibuk!
  • masalah cinta ternyata belum juga beres

udah ya segitu aja jangan nambah lagi
liburan cuma seminggu nih. saya butuh istirahat.

Label:


|
Jumat, 26 September 2008 @ 15.58
Menahan Rindu

saya udah gak tahan
saya benar-benar gak tahan lagi. saya kangen sekali. okey sudah meletup-letup hingga saya pun menjadi seperti orang gila yang kehilangan arah karena rasa kangen yang sudah sampai stadium lanjut ini.

saya kangen dia
dia siapa? tidak bisa saya beritahu karena ini begitu dalam, begitu membuat saya sakit tapi kangen. complicated? memang dan sangat! pernah gak sih kangen orang sampai yang teringat-ingat selalu sama orang itu, sama wanginya, sama cara bicaranya, sama ekspresi mukanya, sama suaranya, sama baju yang dipakainya, sama sentuhannya, sama tawa nakalnya, sama tawa manisnya, sama apa yang ia bicarakan dan apa yang ia lakukan.

saya kangen sekali
tapi dia menghilang. benar-benar menghilang hingga saya tidak lagi bisa menghubunginya. dia punya kehidupan, saya pun begitu dan saya tau saya terlalu mengharap banyak untuk bisa menjadi bagian dari kehidupan dia dan sialnya dia tidak berfikiran sama seperti saya. mungkin saya memang terlalu banyak berharap, tapi bukankah harapan itu bukti saya percaya dengannya? tapi dia berlalu, hilang ditelan bumi dan tidak pernah kembali

sekali lagi saja
kita duduk berdampingan, berbicara, berdiskusi, saya bercerita kamu mendengar, saya hampir gila karena cerita segala masalah kamu memberikan saran, saya hampir menangis kamu memberikan uluran tangan dan dekapan hangat, sekali saja seperti itu lagi karena saya tidak bisa sendiri, saya masih butuh kamu. hei kamu yang di sana ingatkah kamu pada saya? pada saya yang terpuruk di sini karena terlalu banyak memiliki mimpi-mimpi yang sayangnya tidak bisa saya rajut dengan bantuan kamu, mimpi-mimpi itu terhempas begitu saja, melangkah pergi berbarengan dengan langkah kakimu yang semakin menjauh

mungkin memang cuma lewat foto
lewat ungkapan kata-kata yang masih tersisa, lewat memori yang masih tersimpan rapat, lewat detak jantung dan rasa yang masih memberi debar sensasi yang membuat gila. saya kangen kamu. di sana kamu pasti bahagia dengan kehidupanmu sendiri, tapi di sini saya nyaris gila menahan kangen yang semakin hari semakin terasa

kembalikan saya ke tanggal 19 juli. doraemon, bawa saya ke tanggal 19 juli dengan pintu kemana saja yang kamu punya. pleaseee :(


Label:


|
Rabu, 24 September 2008 @ 14.52
unhappy?

tadinya saya mau curhat
mau maki-maki. mau mengeluh (lagi). mau marah-marah. intinya saya mau komplain
tapi ga jadi begitu saya dikasih forward e-mail dari Mas Aga.

isinya sangat inspiring
bahkan saya sampai berkaca-kaca dan menghentikan marah-marah saya. sepertinya saya memang harus stop komplain terlalu banyak. saya harus bisa melihat segala masalah dari dua sisi, tidak hanya mementingkan pribadi dan kesenangan diri sendiri.

if you think you are unhappy, look at them



if you think your salary is low, how about her?



if you think you don't have many friends...



when you feel like giving up, think of this man



if you think you suffer in life, do you suffer as much as he does?



if you complain about your transport system, how about them?



if your society is unfair to you, how about her?









Label: ,


|
Senin, 22 September 2008 @ 16.47
lelah

saya lelah
biarkan kali ini saya mengeluh karena saya benar-benar lelah, lelah sekali dengan semuanya yang sampai sekarang belum juga selesai, belum ada perubahan dan begitu-begitu aja dari dulu, dari waktu-waktu yang lalu

kenapa sih egoisme itu masih tetap ada?
kenapa rasa tanggung jawab itu belum juga muncul?
kenapa setiap hari masih saja seperti itu? kenapa saya harus mengadakan kompromi selalu? kenapa dia gak pernah berubah? kenapa? mau sampai kapan sih hidup seperti itu? mau sampai kapan lepas tanggung jawab? mau sampai kapan mengisi hidup dengan kegiatan yang itu-itu aja dan tidak menghasilkan apa-apa?

dewasalah!
oh Tuhan saya lelah. oh Tuhan buatlah ia berubah. demi saya. demi semuanya. demi kebahagiaan dan kehangatan yang begitu mahal untuk saya.

Label:


|
Rabu, 17 September 2008 @ 11.27
Sakit

saya sedang sakit
dan saya selalu membenci keadaan dimana saya harus sakit, lagipula siapa sih yang mau sakit?
kalo ditanya sakit apa jawabannya bisa panjang karena saya sendiri gak bisa memberi diagnosa yang pasti akan penyakit saya

yang pasti kepala saya pening banget, badan saya rasanya kedinginan dan tulang-tulang rasanya menggigil semua, sariawan di gusi, mulut saya gak enak, tenggorokan saya sakit, hidung ingusan dan pup saya berdarah. see? penyakit macam apa itu?

kata nyokap saya panas dalam. kurang minum air putih. emang sih bulan puasa saya jadi jaraaaaaang banget minum air putih. yang hari-hari biasa minum air putih mulu sekarang palingan cuma 3-5 gelas, gak lebih. pantes aja saya lemes mulu dan jadinya panas dalam. dan kalo panas dalam pasti deh hubungannya langsung ke tenggorokan dan sistem pengeluaran.

kemarin saya izin gak masuk kerja dan istirahat di rumah
apa daya niatnya istirahat saya malah membandel dan nonton DVD sambil tetap mempelajari skenario. review DVD yang saya tonton menyusul yaaaa. dari pagi sampe sore saya masih baik-baik aja, kepala belum pening-pening banget tapi menjelang malam penderitaan saya dimulai. kepala pening sekali, tidur gak bisa dan kalaupun bisa tidur itupun cuma sebentar dan langsung terbangun

uuuugh kepala masih pening, tenggorokan masih sakit
saya kayaknya masih butuh istirahat nih. semoga bisa cepat sembuh. sakit begini gak bisa konsen ngerjain apapun!

Label:


|
Jumat, 12 September 2008 @ 09.29
kemarin

kemarin? menyenangkan
pagi hari kerja seperti biasa, sempat pusing juga karena tumben banget saya dapet tugas ngurusin pembukuan, tapi alhamdulillah masih bisa dikerjakan dengan lancar. menjelang siang, sekitar jam setengah dua saya izin pulang karena mau wawancara Dewi Lestari

sebelum ke Poste (East Building, Mega Kuningan) saya menjenguk Nadissa, sahabat saya yang sedang dirawat inap di MMC. kangen gila sama Mami! gilaaa, terakhir kali ketemu pas prom night dan kemarin ketemu di rumah sakit? miris banget gak sih. alhamdulillah Adis terlihat cukup baik, mukanya gak pucat-pucat banget, cuma terlihat lelah dan kelaparan. di MMC kurang lebih satu jam, ngobrol banyak hal sekaligus melepas kangen. cepat sembuh ya Adis :)

kelar jenguk Adis saya langsung naik ojeg ke East Building dan langsung sampe dengan cepat dan selamat bermodalkan 10ribu rupiah hehe. sampai di Poste sempat linglung sejenak karena ternyata suasananya sepi, di bayangan saya kan bakalan rame. saya pun langsung menelfon Jenny, teman saya yang sekaligus personal assistant Mbak Dewi, dan gak diangkat. untungnya Jenny duduk di dekat kaca, saya pun menghampirinya dan akhirnya dia melihat saya :p


masuklah saya ke Poste bersama Jenny, langsung bersalaman dengan Mbak Dewi, Mas Reza Gunawan dan Mbak Linda. saya berasa wartawan profesional! setelah mengisi buku tamu saya pun harus mengikuti 'ritual' yang ada. pertama foto dengan latar belakang poster Rectoverso dan ya ampuuuun foto saya AIB banget hahahaha. lalu membaca bukunya sambil mendengarkan musik -kebetulan sekali lagu yang saya dengar itu menenangkan hati banget, berasa meditasi haha-. saat saya sedang menjalani ritual itu Jane datang trus ada Mbak-Mbak dari majalah Rolling Stone yang juga mau wawancara.

setelah selesai melakukan ritual itu, wawancara pun dimulai. modal nekat, saya gak punya pertanyaan apa-apa karena memang saya fikir pertanyaan yang saya kirimkan ke Mbak Dewi via e-mail sudahlah cukup. dan saya + Jane juga gak punya persiapan apa-apa (recorder dan kasetnya) akhirnya dipilihlan wawancara manual dengan saya mencatat jawabannya. wawancaranya sendiri ASIK banget. pertanyaan saya spontan muncul dengan sendirinya -dan saya sangat bersyukur akan hal itu, senangnya Mbak Dewi sempat bilang pertanyaan saya bagus loooh *narsis jaya.

selesai wawancara, kemudian foto Mbak Dewi untuk kepentingan RagazzOnline dan dengan noraknya saya minta foto bareng, akhirnya saya dan Jane bergantian foto dengan Mbak Dewi. Ya iyalaaaaah kapan lagi gue ketemu Dewi Lestari? hahaha. lalu pas mau pulang dikasih goody bag yang isinya Rectoverso gratisan! asik asik asik. enaknyaaaaaa. tau ini saya mau cepat-cepat jadi wartawan aaaaah biar banyak dapet gratisan haha.

acara di Poste selesai mendekati Maghrib. saya cepat-cepat naik ojeg lagi -kali ini bayarnya goceng- sampai halte busway dan cepat-cepat ke Pizza Hut Warung Buncit karena ada buka puasa bareng teman-teman 28. dan sialnya Buswaynya penuh mulu. karena kesal akhirnya dari halte Patra saya naik busway sampai halte Sumantri trus baru naik yg ke arah Buncit :d.

sampai di Pizza Hut udah jam enam lewat. langsung berkangen-kangenan sama teman-teman semuanya. yang kemarin datang itu ada Amalia -dengan kemeja putih dan rok lebarnya yang merupakan seragam mahasiswi baru ala kampus Atmajaya-, Karima -yang katanya berat badannya turun 2 kg tapi gak keliatan mengurus-, Navilla -yang bilang lengan saya berotot hahaha dasar looo-, Ayu -yang semakin seksi saja-, Citta -yang ternyata pengen jadi jurnalis juga!-, Numuth -yang bawa-bawa text book kuliahnya yang tebel2 itu-, Irma -yang ternyata juga pending kuliah kayak saya!-, Mayang -yang rambutnya makin panjang-, Ai -yang datang belakangan-, Nauval -yang poninya memanjang dengan rambut yang katanya lembut huahahaha-, Danu -yang semakin kribo- dan Dhata -yang terobsesi mencari ayam kampus-

rame banget! ngobrol kayak orang gila. foto-foto yang heboh banget dan ketawa-ketawa ngakak yang berisik banget. seru sekali! kangen banget sama mereka. Lia yang semakin konyol aja dengan lawakannya -gimana Li posenya? hahaha- Nauval, Danu dan Dhata yang malah ngomporin saya buat gossipin seorang teman -dasar kalian, nambahin dosa gue aja- dan semuanya pokoknya seru deh!

intinya kemarin menyenangkan sekali :)

Label:


|
Rabu, 10 September 2008 @ 18.20
buka puasa rame

masih di kantor nih
baru aja buka puasa dan untuk pertama kali buka bareng mas-mas dan seorang mbak yang heboh-heboh di sini :) menu? simpel tapi seru karena rame-rame

teh hangat + martabak telor spesial + martabak coklat keju + sandwich tuna buatan mas stanley
saya gak makan martabak -karena kalah saing sama yang lain, tapi sandwich tuna buatan mas stanley tuh ENAK gila. sumpah, nampol abis. ternyata bapak casting director itu gak cuma berbakat mengcasting orang tapi juga berbakat di bidang kuliner, cool!

saya juga makan sepotong brownies almond yang tadi dibeli di Circle K
enaaaaaaaaaak. walau sepotongnya lima ribu tapi itu sesuailah sama kualitasnya yang ajib! intinya buka puasa kali ini SERU!


Label:


|
Selasa, 09 September 2008 @ 14.05
kesan pertama?

gak tau kenapa hari ini saya tidak bersemangat
mau nulis, udah buka file Draft tapi akhirnya malah cuma diam dan gak nulis apa-apa. writer's block? bukan, cuma tidak bersemangat aja kayaknya. hari ini pun saya gak menghebohkan forum-forum seperti biasa, males, tidak bersemangat dan apa alasannya saya juga gak tau.

tapi untungnya tadi saya masih sempat menyelesaikan daftar pertanyaan untuk Dewi Lestari dan Sitta Karina, setidaknya saya masih mengerjakan apa yang harus saya kerjakan dan gak cuma duduk percuma di depan komputer tanpa melakukan apa-apa.

saya kefikiran untuk nambah kerjaan deh
saya butuh uang lebih banyak! demi memenuhi target belanja say-ipod, digicam dan notebook- yang harus tercapai maksimal sampai bulan Juli 2009 sepertinya saya butuh pemasukan tambahan agar semuanya bisa dibeli. sebenarnya kefikiran mau bikin kartu kredit trus beli ketiga barang itu secara kredit tapi kok rasanya memaksakan sekali? jadi karena itulah saya berfikiran untuk menambah kerjaaan. ayo ayo bagi yang punya lowongan kerja freelance saya mau doooong hehehe. serius looh.

bingung mau ngapain akhirnya malah bacain 1st impression orang-orang ke saya di facebook, huahah ternyata seru-seru juga loooh.







Label:


|
Senin, 08 September 2008 @ 15.59
bungkus baru

bermodalkan nekat dan iseng hari ini saya memutuskan untuk mengganti skin yang lama dengan skin yang baru, masih nyolong dari blogkins sih skinnya secara saya tidak bisa membuat skin sendiri hehe. beginilah tampilannya, simpel -saya selalu suka skin yang simpel- dan gak macem-macem. saya suka tampilan jemarimenari yang baru ini tapi sayangnya saya gak bisa memasang foto saya di kotak bagian kiri ini, gak tau kenapa. dan kode html untuk account cbox saya hilang dan saya pun gak inget alamat e-mail serta password cbox saya, jadilah sekarang pake tagboard yang baru -mohon diramaikan yaaa hihi.

ada yang penasaran dengan kubikel saya di kantor? -beuuuh berasa diperhatiin aja :p

kalo ada yang penasaran ini saya sengaja pasang pic saya di kantor -centil amat. jadi di ruangan saya itu ada 2 kubikel, yang pertama untuk mas Aga dan yang satunya lagi untuk saya. tiap hari saya menghabiskan waktu di meja ini. mulai datang sekitar jam sepuluh, nyalain komputer -kadang udah dinyalain ama Mas Yanto, lalu duduk dan langsung konek ke internet. tiga websites yang langsung saya buka adalah yahoo mail, blog dan facebook hihi. jadi satu kegiatan yang mengawali hari saya di kantor adalah : main internet. setelah itu baru deh kerja, melongok forum-forum film, blog macabre, buka outline cerita, nulis-nulis, nerima telfon dan lain sebagainya.

eh yaaa duuuh harusnya kan hari ini saya buat daftar pertanyaan untuk Sitta Karina dan Dewi Lestari. aduuuh lupa dan sekarang udah kesorean kalo mau bikin list pertanyaan untuk mereka, padahal harus dikirim secepatnya untuk RagazzOnline edisi Oktober. besok? besok aja kali yaa? dan tadi Pak Timo ngabarin kalo saya bisa wawancara Dian Sastrowardoyo via e-mail karena jadwalnya yang padat sekali, gak papalaaaaah yang penting wawancara Mbak Dian :)

Label:


|
Minggu, 07 September 2008 @ 10.09
saya bukan anak UI

kemarin hampir seharian saya berada di Universitas Indonesia, Depok
bermula dari jadwal interview dengan Raditya Dika yang alhamdulillah dilaksanakan tepat waktu, jam 1 siang, di Bloc, -FISIP. sebelum bertemu Radit saya sempat reunian dengan Wanti, teman SMA saya karena ketemuan di stasiun UI dan dia pun masih dengan heboh merayu saya untuk masuk UI hehe. trus setelah berpisah dengan Wanti saya segera SMS Melly, teman saya anak kom06 yang katanya mau ikutan wawancara si Radit

jadilah saya dan Melly ngobrol-ngobrol dulu di tangga samping restoran korea, nungguin Radit dan Jane dan ngobrol ngalur ngidul sekaligus bertukar nomer kontak orang-orang penting -selebritis- yang bisa dijadikan narasumber untuk RagazzOnline. ngobrol dengan Melly gak begitu lama, kemudian Jane datang disusul dengan Radit dan kita pun langsung mulai interview.

interviewnya lancar, asik dan santai banget. Radit seru banget diajakin ngobrol. thanks Kambing! tunggu muka lo nampang di cover RagazzOnline edisi Oktober ya! setelah selesai wawancara, Radit pamit karena mau reading film Kambing Jantan, disusul dengan Jane yang katanya harus pulang. jadilah saya dan Melly tinggal berdua dan kembali ngobrol-ngobrol sambil makan bakso

setelah capek ngobrol dan Melly pun harus ke BEM, kita pun berpisah dan saya cabut ke Balairung, dimana di sana banyak teman-teman saya angkatan08 yang sedang tes ept. saya pun langsung SMS 3 teman SMP saya yg udah lama ga ketemu, Keishka, Ratna dan Vannia dan semuanya ada di Balairung! yippie bisa sekalian reuni kecil-kecilan hehe.

dan ternyata Balairung RAME banget loooh. gila gila gila.
selain rame ama anak UI, Balairung juga rame sama teman-teman saya! iiih seru banget bisa ketemu mereka semua, saya KANGEN parah. secara keseharian saya sekarang berada di tengah-tengah Mas-Mas dan Bapak-Bapak di kantor, saya kangen dengan serunya ngumpul dengan teman-teman seumuran. ketemu banyak banget orang deh kemarin dan SERU! ada Dahl, Valeska, Maissy, Gosong, Nang, Arie, Sarah, Ridho, Janit, Tiwie dan banyak lagi deh.

berada di tengah anak UI membuat saya mungkin terlihat seperti anak UI juga
dan teman-teman saya yang gak tau kalo tahun ini saya gak kuliah dengan santainya nanya : lo jurusan apa? hihi saya bukan anak UI tauu, saya cuma numpang nongkrong di UI :p

tapi tapi melihat serunya berkumpul dengan teman-teman. melihat hebohnya mereka dengan jaket kuning, kok saya jadi kepikiran taun depan ikut UMB ya? aaaaaah

Label:


|
Rabu, 03 September 2008 @ 09.50
dari kebon jeruk ke permata hijau

crap!
kemarin saya sedang tidak beruntung

jadi gini ceritanya, rencananya kan saya mau datang ke ultahnya Acha Septriasa yang diadakan di sekolah Muhammadiyah yang lokasinya berada di Jln Panjang Cidodol dan karena saya memang sedang tidak beruntung, rencana saya itu rusak dan tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya.

saya berangkat dari kantor jam 3 sore kemudian naik busway sampai kuningan trus lanjut naik metro mini sampai ke tanah abang. di tanah abang sempat naik angkot sekali dan ternyata MACET banget, akhirnya saya turun dan jalan lumayan jauh untuk melewati macet itu dan kemudian naik angkot lagi sampai Palmerah. di Palmerah ternyata macetnya lebih dahsyat! yasudah saya pun memutuskan untuk naik ojeg dan ternyata tukang ojegnya salah! dia mengantarkan saya ke Jln Panjang Kebon Jeruk bukannya ke Jln Panjang Cidodol. matilah saya! dengan berat hati saya bayar ongkos ojegnya sebesar 10ribu dan sialnya sisa uang saya tinggal 9500! oh my God

mulailah saya panik
daerah Kebon Jeruk dan kawasan Jakarta Barat adalah daerah yang belum pernah saya telusuri dan wajar aja kalo saya akhirnya nyasar. karena kepanikan itu saya akhirnya menelfon Jane dan dia pun dengan setia menemani saya ngobrol. Saya pun akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki. selain karena uang saya yg emang udah pas-pasan, macetnya jalanan dan tidak ada angkot yg saya tau trayeknya membuat saya nekat untuk jalan kaki di petang yang begitu ramai dan mendekati waktu berbuka puasa.

dan berjalanlah saya di trotoar -yang sering diserobot motor-
ngobrol sama jane sambil dia nunjukkin jalan lewat peta dan saya pun menelurusi jalan bermodalkan nekat dan petunjuk dari plang-plang yang ada di jalan. kaki pegal, haus, capek dan kesal bercampur jadi satu. di tengah perjalanan akhirnya saya memutuskan untuk gak jadi dateng ke ultahnya Acha dan gak jadi interview Acha buat RagazzOnline. setelah jalan entah berapa lama dan entah berapa jauh waktu berbuka puasa tiba! dan di hari kedua puasa kemarin saya buka puasa di pinggir jalan, memandangi kemacetan dan cuma minum sebotol aqua, tragis.

setelah lewati cidodol sialan itu saya meminta Jane untuk menutup telfon, kasihan juga dia pulsanya bisa abis gara-gara nelfon saya dan memantau perjalanan saya hehe. dan saya pun jalan sendirian, tetap lurus ke depan dengan kelelahan dan kaki yang sangat pegal. saya tetap memperhatikan plang-plang di jalan dan langsung terkejut begitu saya melihat plang bertuliskan Sukabumi Utara. hahhh?? sebenernya saya udah ada di mana sih? mulai mabok

bermodal nekat dan feeling saya tetap jalan lurus ke depan, persetan dengan kaki pegal, persetan dengan perut lapar, persetan dengan baju yang basah karena keringat, persetan semuanya, saya cuma ingin pulang secepatnya! dan setelah berjalan jauh layaknya musafir tibalah saya di depan ITC Permata Hijau. sedikit lega karena seenggaknya di dekat ITC itu ada plang bertuliskan Pondok Indah, Lebak Bulus, Senayan -3 daerah yang saya kenal dan familiar-

akhirnya saya pun duduk sebentar, menunggu angkutan umum datang dan langsung bernafas lega setelah melihat ada metro mini jurusan Joglo - Blok M. saya gak kenal daerah Joglo tapi saya tau Blok M dan dari Blok M saya tinggal naik kopaja sekali untuk sampai ke rumah. saya pun naik metro mini itu yang isinya PENUH banget dan memaksa saya untuk berdiri di muka pintu layaknya kenek dan sialnya lagi di daerah Permata Hijau dekat jalan layang itu juga macet parah! aduuuuuh belum selesai juga penderitaan saya? 

setelah berlama-lama macet di jalan dan bergelantungan di depan pintu metro mini saya pun sampai di Blok M dengan selamat. sampai di Blok M saya langsung beli sebotol aqua lagi trus naik Kopaja 57 dan alhamdulillah perjalanan dari Blok M ke Kramat Jati lancar banget!

begitulah perjalanan saya kemarin
ada yang pernah jalan kaki dari Kebon Jeruk sampai Permata Hijau? kalo ada pasti tau banget gimana rasanya. nyett kaki gue pegel gila!

Label:


|
Senin, 01 September 2008 @ 19.23
pertama

hari ini hari pertama bulan September
hari ini hari pertama bulan Ramadhan

puasa hari pertama berjalan cukup lancar, dari pagi hingga siang perut aman tapi begitu sore menjelang perut mulai keroncongan tanda saya kelaparan. begitu lewat jam lima perut saya sakit, minta diisi, mungkin pengaruh makan sahur yang cuma sedikit karena saya sahurnya kesiangan, sangat mendekati imsak sampai untuk makanpun harus buru-buru. astaga.

apa resolusi Ramadhan tahun ini?
gak muluk-muluk kok, saya cuma pengen puasanya lancar, gak banyak bolong seperti tahun kemarin dan saya juga mau sholat lebih rajin lagi plus tadarusnya juga ditingkatin. udah itu aja. kalo terlalu banyak resolusi takutnya malah gak ada yang tercapai dan jatohnya malah cuma bikin-bikin doang tanpa direalisasikan.

oh ya interview Acha Septriasa diundur jadi besok
interviewnya di acara ultah Acha berbarengan dengan syukuran bersama anak-anak yatim piatu. tadi saya udah ambil recordernya dari Jane di McD Tebet di tengah siang-siang yang untungnya tidak panas dan untungnya tadi siang perut saya baik-baik aja jadi puasa saya tetap aman haha. saya belum juga menyiapkan daftar pertanyaan. ah sudahlah besok pagi saja, pasti beres kok

besok juga ada meeting dengan Pak Timo -sutradara Macabre-
siang-siang saya harus ada di Kemang untuk berbincang mengenai proyek untuk film Macabre. ooooh saya sungguh excited! siapa tau besok bisa sekalian melihat proses reading! pasti seru. dan yang lebih bikin excited lagi semoga Pak Timo bisa membantu saya untuk meminta waktu Dian Sastro interview buat Ragazzonline, amien.

draft cerita saya sedikit terbengkalai nih
secara nulisnya juga di komputer kantor dan udah beberapa hari saya sibuk dengan beberapa urusan hingga cerita saya itu belum sempat dilanjutkan. ah besok harus dilanjutin nih, biarpun cuma sedikit gak papa deh, yang penting harus ada kemajuan, walaupun cuma seiprit.


Label: , ,


|
Minggu, 31 Agustus 2008 @ 13.12
akhir agustus

gak terasa ya udah akhir agustus aja!
ya ampun waktu emang cepat banget berjalannya, kayaknya baru kemarin saya nulis tentang awal agustus eh sekarang udah akhir aja. tidak terasa.

besok udah puasa!
ya ampun ini juga gak terasa. kayaknya baru kemarin deh puasa eh sekarang udah mau puasa lagi! hihihi. besok ngerasain puasa pertama di tempat kerja nih. semoga saja berjalan lancar-lancar tanpa hambatan

oh ya besok saya mau interview Acha Septriasa buat RagazzOnline edisi september
tapi ampe sekarang belum juga dikabari tempat dan waktunya jam berapa, ya sudahlah besok aja saya telfon lagi. saya juga belum bikin daftar pertanyaannya sih, gampanglah yaa besok aja sekalian hehe.

apalagi ya?
saya tuh sebenernya paling gak bisa kalo harus cerita tentang keseharian saya dan menulisnya ala diary, selain karena hidup saya yang isinya gitu-gitu aja saya juga gak terbiasa curhat model begitu hehehe jadi suka bingung aja gimana nulis yang enak untuk di blog tersayang ini.

eh ya saya kadang suka pengen kuliah deh
melihat kesibukan teman-teman saya di kampus barunya, melihat mereka heboh menyiapkan segala tugas untuk ospek, melihat mereka yang seru dengan lingkungan dan teman-teman barunya, melihat mereka yang warna-warni dengan segala macam ceritanya. saya pengen

beneran deh. saya pengen kuliah :(
tapi ya gimana kan udah keputusan saya untuk menunda kuliah dulu dan mengejar impian saya selama setahun ini, mencari pengalaman, banyak belajar sekaligus menyimpan uang untuk tabungan masa depan. jadi kenapa saya harus menyesali semua?

sebenarnya bukan menyesal
cuma kadang pengen aja ngerasain serunya menjadi mahasiswa baru seperti teman-teman saya yang lain. pengen deh. tapi gak bisa. baru bisa tahun depan -harus tahun depan, gak boleh ditunda lagi-

barusan liat foto Dian Sastrowardoyo yang ada di blog ini
cantik sekali dia di foto ini. ya ampun makin tergila-gila deh sama Mbak Diandra tersayang :)

Label: ,


|